2
6

Apa itu Stakeholder? Arti, Contoh, Jenis dan Perannya

Definisi – Pemangku Kepentingan & Pemegang Saham dalam Institusi

apa-itu-stakeholder

Dalam dunia bisnis, stakeholders memegang peranan penting. Tapi apa sebenarnya Pemangku Kepentingan itu? Mengapa perannya cukup berpengaruh dalam lingkup perusahaan? Apa perbedaan antara direktur atau komisaris?

Simak penjelasan berikut beserta uraiannya.

Apa itu Pemangku Kepentingan?

Stakeholder merupakan istilah yang biasa digunakan oleh beberapa institusi dalam proses pengambilan keputusan. Identik dengan dunia bisnis, Stakeholder biasanya terdiri dari beberapa individu, kelompok, atau komunitas yang memiliki kepentingan terhadap organisasi.

Komponen dalam Stakeholder misalnya adalah karyawan, pemasok, investor, konsumen, pemerintah, atau pemegang saham. Dalam hal ini mereka memiliki kepentingan yang berbeda, oleh karena itu perusahaan harus dapat mencari cara untuk mencapai tujuan bisnis tersebut.
Lalu apa itu pemegang saham dan apa bedanya dengan pemangku kepentingan?

Selain pemangku kepentingan, dalam dunia bisnis juga terdapat peran pemegang saham yang arti dan fungsinya masih terkait dengan pemangku kepentingan. Pemegang saham adalah pihak yang memiliki saham keuangan di perusahaan.

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa pemegang saham memiliki fasilitas kepemilikan perusahaan, meskipun hanya sebagian, sehingga pemegang saham memiliki hak dan wewenang untuk memberikan suara atau kebijakan dalam perusahaan.

Namun pada kenyataannya tidak semua institusi memiliki pemegang saham, seperti institusi yang tidak memiliki saham atau universitas.

Jenis Pemangku Kepentingan

Berdasarkan perannya dalam perusahaan, pemangku kepentingan dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Ini dihitung dari posisi, pengaruh, dan kekuasaan. Jenis-jenis ini meliputi:

1. Pemangku kepentingan utama atau utama

Pemangku kepentingan utama atau primer adalah pemangku kepentingan yang terkait dengan perumusan kebijakan, proyek, atau program. Pihak-pihak inilah yang disebut sebagai penentu utama dalam pengambilan keputusan perusahaan. Contohnya dibagi menjadi:

Tokoh masyarakat dan masyarakat

Dalam hal ini masyarakat menjadi pihak yang akan terkena dampak langsung dengan adanya suatu kebijakan atau program. Untuk itu tokoh masyarakat disini memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat itu sendiri.

Untuk mengambil keputusan dalam keputusan dan implementasinya, manajer publik memiliki peran penting yang memiliki tanggung jawab dalam suatu program.

2. Pemangku kepentingan pendukung atau sekunder

Pemangku kepentingan pendukung adalah pihak-pihak yang tidak terkait langsung dengan berjalannya program atau kebijakan. Namun dalam hal ini para pemangku kepentingan sekunder memiliki rasa kepedulian yang akan membuat mereka ikut serta mengubah sikap terhadap keputusan resmi tersebut.

Beberapa contoh bagian dari Pemangku Kepentingan pendukung atau sekunder adalah:

Instansi pemerintah yang ada dalam satu wilayah tetapi tidak memiliki tanggung jawab langsung.
Instansi pemerintah yang memiliki hubungan langsung tetapi tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
Organisasi non-pemerintah yang berfokus pada rencana, dampak, atau kebijakan.
Universitas atau kelompok akademik yang memiliki pengaruh langsung terhadap proses kebijakan pemerintah.
Badan usaha atau perusahaan yang memiliki hubungan langsung dalam suatu masalah.

3. Pemangku kepentingan utama

Pemangku kepentingan kunci adalah salah satu dari berbagai jenis pemangku kepentingan yang merupakan kelompok otoritas resmi dalam pengambilan keputusan. Stakeholder kunci memiliki beberapa komponen di dalamnya, yaitu: DPRD Kabupaten, Pemerintah Kabupaten, dan Dinas.
Jenis Pemangku Kepentingan dalam dunia bisnis

Dalam dunia bisnis, Stakeholder dibagi menjadi dua bagian, yaitu: Internal Stakeholder yang merupakan kelompok usaha yang dapat mempengaruhi hasil usaha suatu perusahaan. Dalam hal ini pemilik perusahaan dan karyawannya merupakan contoh bagian dari Internal Stakeholder.

Bagian kedua dari pemangku kepentingan dalam dunia bisnis adalah pemangku kepentingan eksternal. Berlawanan makna, External Stakeholder tidak memiliki hubungan langsung dengan proyek-proyek perusahaan, misalnya: media, pemerintah, investor, pemasok, komunitas, dan lain-lain.

Melalui uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pada bagian Stakeholder sendiri masih memiliki penjelasan rinci yang perlu Anda ketahui sebagai berikut:

1. Kreditur dan Investor

Dalam sebuah bisnis, investor dan kreditur memiliki peran penting. Hal ini dinilai dapat membantu kondisi keuangan perusahaan.

Investor sendiri memiliki pengertian sebagai suatu kelompok yang menanamkan modal untuk menunjang operasional dalam suatu perusahaan. Jika suatu saat Anda membeli saham di suatu perusahaan, maka Anda sudah menjadi pemangku kepentingan di perusahaan tersebut.

Ketika seseorang atau investor menginvestasikan modalnya di

Sumber :